aww Hello livejournal ~~

yaps Hello livejournal world ....
actually, this accound is my emmm thirth or maybe fourth or fifth ..whatever hahaha i always forget my LJ password errr >.<
lets start again haha maybe I can post my favorit things here.. in bahasa Indonesia
sorry for my bad english >////<
yoroshiku !!!

Hello again ~

Uh ... it's really been a while since last time I post here T^T
Actually I don't have anything to share it with here, sorry T^T
and the other reason is.... I have to many sosial media account  and don't know how to do it well with my time.

First of all, I made this account to get much info about SixTONES. because yees everyone knows that being Johnnys fans is hard and we need to protect our file as secreet as posible. Because when JE found of course they'll delete it right  :D

But then I fall in Stage and musical fandom which mean it is same hard as Johnnys fans. I sould thanks to all of you that share your DVD and hope one day I can do it too (but I don't know how to rip my dvd lol sorry). But latelly there are bad fans that want link, download and share it illegal. It hurt people which share theirs.

So, lets see what I can do again this year. Maybe still focus in Johnnys fandom and Stage fandom, and... I think my work will be harder too this year.

Ganbarimasu ^^V
  • Current Music
    SixTONES - beautifull life

Happy New Year

Ohayooo ~~~~~

It's kinnda late but let me say this from the bottom of my heart

HAPPY NEW YEAR -------
あけましておめでとうございます !

Lets hope this year I can save much money so I can go to Japan !! Yeeey >///<

maybe I will busy again this year.. huuufft
How about holiday? hmmmm can I take as much holiday so I can keep in "fangirling mode" all the time? hahahaha

boyfriend this year? ah don't know yet, because Matsumura Hokuto still in the best place in my heart


OK. Thats all ~~

ah! if you want to read boyslove fanfiction in Bahasa Indonesia just come to my other account --> Hanazuki00.wordpress.com . i kinda like write some boyslove's thing hahaha


byee byeee >///
  • Current Music
    Janne da Arc - Sakura

(no subject)

KonKon...
it's been a while since last time I post here
I've been busy and don't have much time to do whatever I want >.<

ah//
I already watched Adekan Stage Play
it was aaaaaammmmaaaaaaazzzzzziiiiiiingggg!!!!!
Sakurai Keito, first time I fall in love with him because he play Hajime character (ansuta). why he's so cute?? whyyyyy ?
hehehee I love pretty guys btw *no one ask =,=*


OK. maybe next time I'll watch more stage play, but I won't forget about my fav Johnnys jr *actually Ialmost forgot about Hokoto bsc my work huhuuuu*

It's time to work again~~
seeee yuu next time with my fiction *maybe* again ~~

[FANFICTION] Suddenly, All the Love Song Are About You

Suddenly, All the Love Song Are About You
Chara : Matsumura Hokuto, Jesse Lewis (sixTONES)
Story by: KirieHazuki
Genre : Boyslove (20+, NC), drama

Cerita ini diambil dari rasa kangen author terhadap kemesraan HokuJess, dan kebetulan salah satu fans Hoku di twitter kasih translatean tentang HokuJess, alhasil author yang lagi males nulis tiba tiba semangat nulis HokuJess.

Selamat menikmati, ditunggu caci makiannya di kolom komentar ^^


*********

Suara ini, lagi lagi terdengan suara piano di sore hari, siapa yang masih ada di sekolah di jam ini. Suara ini, bgeitu sejuk untuk di dengarkan, begitu menenangkan pikiran.

Matsumura Hokuto melangkahkan kakinya menuju ruang musik sekolah, masih dengan seragam karatenya, ia berdiri di samping pintu ruangan menikmati dentuman nada nada yang mengalun dengan indahnya. Hokuto masih tak tahu siapa yang ada di balik pintu itu, tak peduli siapapun lebih tepatnya. Yang ia yakini hanyalah suara tuts piano yang begitu menarik perhatiannya.

Sadar Hokuto masih punya janji lain, cepat cepat ia meninggalkan ruang musik, berganti baju, dan meninggalkan sekolah.

“Kau terlambat...”, ujar seorang yang sudah menunggunya di caffe buku dekat sekolah. Pria dengan rambut kecoklatan kembali menyeruput orange jus yang dipesannya sambil membaca buku yang sedari tadi ada di depannya.

“Gomenn gomen... tadi aku mendengar suara piano yang sangat indah dari ruang musik. Apa kau tau siapa yang biasa main piano di sekolah kita?” Hokuto menyapa pria di depannya sambil membuka menu untuk dipesan. “Jadi, kau ingin aku ajari apa hari ini, Taiga?”

“hmm... ini kelasku dapat tugas untuk membuat cerita dalam bahasa inggris dengan tema yang sudah ada, kau tau kan bahasa inggrisku seperti apa hehehe”, Kyomoto Taiga, teman Hokuto sejak mereka SMP dan seampai SMA selalu satu kelas, namun terpisahkan ketika mereka masuk kelas tiga.

“Taiga, sebentar lagi ujian masuk universitas dan kau masih bingung untuk kasus tugas seperti ini. Huuuf ...”Hokuto menghela nafasnya, menyerupus vanilla late yang dipesannya.

“Ah iya, yang suara piano kau tanyakan tadi, apa kau sudah lihat siapa yang memainkannya?”

“emm...”Hokuto menggelengkan kepala sambil mengunyah cheese cake yang dipesannya.

“jangan jangan itu.... hantu wanita yang menghuni ruang musik? Kau pernah dengar mitos itu kan?dan kabarnya, siapapun yang mendengar suara piano itu.......”

“Sudah sudah ngomong apa sih kamu? Hantu wanita apa hahahaha” Hokuto memotong kalimat yang belum diselesaikan Taiga, ia memang tak percaya pada cerita hantu atau sejenisnya, bila memang ada hantu mungkin akan diajaknya duel dengan kemampuan karate sabuk hitamnya.

.

“Sebelum mulai kelas hari ini, sensei akan kenalkan kalian pada murid pindahan, meskipun dia hanya akan bergabung dnegan kita dalam waktu yang pendek ini semoga kalian masih bisa menerima dan menjalin kerjasama dengannya yaa... “ Seorang pria cukup tinggi masuk kelas, sepertinya pria ini campuran Jepang dan Amerika, terlihat dari nama yang ia tulis.

Jesse Lewis

Ditulisnya nama dalam huruf Romaji. Bahasa Jepangnya sangat lancar dalam perkenalannya. Si pria itu melangkah menuju bangku kosong di sebalah bangku Hokuto karena memang itu bangku yang tersisa. Dengan badannya yang cukup tinggi tentunya tak masalah bila ia duduk di kursi paling belakang.

.

Latihan karate hari ini berkahir lebih cepat dari biasanya, seminggu menuju turnamen terakhir Hokuto sebelum ujian masuk universitas. Hokuto kembali mendengar suara piano yang mengalun indah. Memastikan perkataan Taiga, ia segera berganti pakaian dan menuju ruang musik.

Kali ini beda, Hokuto tau lagi apa yang dinyanyikan. Sekilas ia mendengar suara seorang menyanyi dalam ruangan itu diikuti alunan piano. Suara lelaki, dengan aksen bahasa Jepang yang cukup bagus, dentuman piano yang indah serta lagu yang memang bagus.

aruki tsukarete suwarikon de tohou ni kurete
kanawa nai yume "unmei" toka futari nara ieta
kaisatsuguchi de ienakatta iitakatta
'arigatou'tte kotoba wa tabun
'sayonara' yori mo kanashii kotoba ni omouno

heavenly days
umaku waraeteta kana
saigo no kisutsui kurueru kimi no te mo
nigire nakatta namida sae ochi nakatta
hitori pocchi ni nari imasara afure dasu yo

Hokuto mencoba mengintip tapi suara pintu yang di bukanya sepertinya menghentikan si pria memainkan piano dan nyanyiannya.

“ah, anak baru .....”

“apa yang kau lakukan di sini emmm Matsu.. Matsu ...”Jesse menghentikan permainan pianonya, mencoba mengingat nama Hokuto

“Hokuto. Panggil saja Hokuto. Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Hokuto penasaran

“Tentu saja main piano, kau kira aku akan main basket di ruang musik? Yang benar saja” jawabnya sambil masih menatap Hokuto. Hokuto mendekat, ingin mendengar jauh lebih banyak.

“Jesse, namamu jesse kan? Apa kau juga yang kemarin memainkan piano disini”

“uhm.. kemarin sore aku sampai di sekolah ini, aku juga minta izin pada kepala sekolah untuk mencoba piano di ruangan ini. Bagaimana kau tau?”

“aku lewat dan mendengarnya. Suaranya sangat bagus...”

“terimakasih”

“”lagu tadi, maukah kau lanjutkan memainkannya? Aku suka sekali lagu itu...”Hokuto mengambil gitar akustik yang tak jauh dari piano, mulai memetik setiap senarnya sambil menyanyi lagu yang sebelumnya dinyanyikan pria setengah bule itu. Disusul Jesse sambil memainkan pianonya.

Mezamashi ga naru mae ni okite toki wo tomeru
omoida seruno wa mou nantonaku dakedo kimi no koto
ichiokubun no kimi ni aeta kiseki nankamo
itsu nomanika wasure chaukana
wasure ta koto sae mo kitto wasure te shimauno

heavenly days
mune no poketto no heya
kimi no kieta nukumori wo sagasu yo
mou nidoto kimi wo omou koto wa nakutemo
mada sukoshi atatakai ano hibi ni kagi wo kakete

*********

Hokuto dan Jesse menjadi semakin dekat, sepulang sekolah selepas latihan karate Hokuto menyusul Jesse di ruang musik mendengarkan setiap sentuhan tuts piano yang ditekan Jesse. Sesekali Hokuto ikut bernyanyi sambil memainkan gitar, meski permainan gitarnya tak sebagus permainan piano Jesse tapi perpaduan mereka bisa untuk disandingkan dengan idol idol ikemen yang banyak berkembang di Jepang.

“Besok libur, mainlah ke rumah aku baru saja beli album baru, mari kita coba ubah dengan permainan pianoku dan gitarmu, bagaimana Hoku?”

“Baiklah, jangan lupa siapkan makanan yang paling enak yaaa” Hokuto menjawab sambil masih menyandarkan kepalanya di bahu Jesse. Hari mulai sore, mentari berwarna orange memancarkan warna yang sangat cantik. Jesse masih sesekali menekan random tuts piano dengan tangan kirinya, tangan kanannya mengusap lembut rambut Hoku yang berada di pundaknya. Senyum tersipu Hokuto membuatnya tak tahan untuk ikut tersenyum.

“Ayo kita pulang sudah sore, aku tak mau terjebak di sekolah sampai malam” Hokuto mengangkat kepalanya dari pundah Jesse, tapi ditahan Jesse. Sebuah kecupan melayang ke jidatnya. Muka Hokuto berubah kemerahan. Ciuman pertama yang ia dapatkan.

“Ayo pulang.” Jesse tersenyum, mengambil tas mereka. Matahari senja bersinar dengan warna jingganya mulai tampak warna ungu, satu dua bintang mulai muncul menghiasi langit.

*********

“Waaah rumahmu luas dan besar yaaa, benar benar keluarga Lewis. Oh ya kemana orang tuamu?”Hokuto masuk rumah Jesse, melepas sepatunya, melepas jaket jeansnya, dan membawa masuk tas berisi gitarnya.

“Apa aku lupa bilang kalau orang tuaku hari ini ke Amerika? Ada saudaraku yang menikah”, Jawab Jesse sambil mengarahkan Hokuto menuju ruang sebelah kamarnya, tempatnya menaruh piano, sound system kecil, dan juga berbagai macam koleksi album musik, dari klasik, penyanyi Jepang dari segala era dan segala jenis musik, Amerika, hingga idol grup wanita maupun pria yang memang lagi heboh.

“Waaah The Gazzete. Ayo mainkan ini Jess!!!”Hokuto berkeliling melihat koleksi Jesse dan sangat ingin melihat Jesse memainkan salah satu lagu The Gazette

Kawaita ashioto hada o somete ku gekkou
Tsumetai anata no te
Hagarenu you ni hiketa akatsuki ni
Sono tamerai o sutete kureru?

Asu wo shinjite yukeru imi wo motome
Doko ka de kowarete shimatta
Nanimo kamo ga yugande mieta
Nee mada warae teru?

Dakishimete ite wasurenu you ni
Koe mo itsuka todokanaku naru
Mai chiru ame ni kieiri sou na
Futari no ashioto ga kasanari
Togireru made

Hokuto tiba tiba mencium Jesse yang sedang memainkan pianonya. Hanya beberapa detik sampai Hokuto melepas ciuman pertamanya itu. Ciuman pertama yang ia berikan pada seorang pria.

Jesse menatap Hokuto yang mungkin merasa malu menciumnya lebih dulu.

Jesse menarik badan Hokuto yang duduk di sebelahnya, memeluknya erat, menatap matanya dalam seraya mengisyaratkan ciuman dari Hokuto akan mengawali segalanya hari ini. Perlahan ditempelkan bibirnya ke bibir Hokuto, tak melawan Hokuto mengikuti alur yang dibuat Jesse. Bibir mereka bertemu sentuhan dari bibir Jesse yang begitu lembut meminta Hokuto menyerahkan bibirnya lebih banyak lagi. Tangan Jesse memeluk erat badan Hokuto, mengusap halus kepalanya.

Bibirnya lebih jauh menjelajahi bibir Hokuto, dipersilahkan siempunya bibir membuka dan menjelajah lebih jauh. Perlahan lidahnya memasuki rongga mulut Hokuto, menjelajahi setiap sudut mulut Hokuto. Tak mau kalah Hokuto mencoba memainkan lidahnya juga, menerima setiap gerakan lidah Jesse, membalasnya dengan gerasakn yang sama. Jantung Hoku berdebar kencang. Ciuman pertamanya, ciuman yang dengan sukarela ia berikan pada murid pindahan yang memainkan piano dengan begitu indahnya.

Tangan Jesse mulai masuk kedalam kaos tipis yang dipakai Hoku, menjelajahi badannya. Ada getaran lucu yang dirasakan Hokuto atas apa yang dilakukan temannya itu. Ciuman Jesse berpindah dari bibir ke leher Hokuto. Digigitnya perlahan, Hokuto menahan sakit gigitan Jesse yang meninggalkan bekas di lehernya. Jesse masih memainkan tangannya pada tubuh Hokuto, menjelajahi setiap bagian badan Hokuto, bibirnya menuju ke telinga Hokuto, dihembuskannya nafas dari hidung yang membuat Hokuto merasa geli.

“Jess...” potong Hokuto

“emm?” Jesse masih meniup halus telinga Hokuto, tangannya masih meraba tubuh Hokuto.

“Sebentar lagi aku bisa jatuh. Kursi pianomu sangat kecil dan kau semakin mendorongku”

Jesse tiba tiba mengangkat Hokuto. Badan atletisnya cukup kuat untuk mengangkat badan Hokuto yang juga cukup berotot menuju ruangan di sebalahnya, kamarnya. Meletakkan Hokuto pada kasur empuk berlapis sprey warna abu-abu. Perlahan Jesse melepas kaos yang dari tadi menggangunya menjelajahi badan Hokuto. Badan Hokuto memang cukup bagus, otot perutnya, otot tangannya juga tak perlu diragukan lagi hasil latihan karatenya.

Jesse melanjutkan mencium Hokuto. Membiarkan lidahnya kembali mengeksplorasi mulut Hokuto. Hokuto mengikuti alur Jesse dengan tenang. Jantungnya berdetak kencang. Jesse tersenyum mendengar detakan jantung Hokuto. Diturunkannya ciuman Jesse ke leher, tutun lagi hingga ke dada. Hokuto tak bisa lagi mengelak. Badannnya terlanjur panas. Ini konsekuensi karena ia yang pertama mulai mencium Jesse.

Keduanya masih saling beradu, membiarkan jendela dan pintu kamar Jesse terbuka karna memang takkan ada yang melihat mereka. Alunan musik mengalun dari ruang sebelah, alunan nada panggilan dari HP Jesse. Terlalu sibuk Jesse tak peduli siapun yang menghubunginya. Semua perhatiannya ada pada Hokuto, pun Hokuto begitu mengikuti permainan yang dituntun Jesse.

.

“hmm zuppa soup ini enak Jess...pasti bukan kau yang membuatnya kan?” Hokuto melahap Zuppa Soup yang disiapkan Jesse. Hampir dingin.

“tentu saja aku yang masak,memang kau? Hanya bisa makan saja hahaha” Jesse menuang jus anggur ke gelas Hokuto. Melemparkan senyumnya yang manis.

“aku tak sabar makan es cream cake nya. Pasti enak dan pasti bukan kau yang masak juga kaaan...?”

“hehe kalo untuk es cream cake aku pesan di bakery teman ayahku bekerja hehehe”

Keduanya sibuk menikmati makanan yang memang disiapkan Jesse sambil saling tertawa dan bercanda, melayangkan sentuhan manis satu sama lain.


*********

TAMAT

Hehehe bagaimana? Aneh yaaa? Iyaaaa aneh bangeeeeeeeeeeeet

Terimakasih sudah mau baca >.

[FANFICTION] HELLO YOU - PART 6

*Prolog

Perkenalkan, namaku Ito Hikari. Ibuku orang Indonesia, sementara ayahku dari Jepang. Kini ayahku kembali tugas di Jepang jadi yaa mau tak mau aku dan ibuku ikut pindah ke Jepang. Bahasa Jepangku? jangan ditanya hehee. orang tuaku mengajarkan bahasa Indonesia, Jawa dan Jepang sejak aku kecil jadi aku siap untuk ke Jepang kapanpun.


Chara :
Matsumura Hokuto, Kyomoto Taiga, Morimoto Shintaro, Kouchi Yugo (SixTONES), Ito Hikari, Shinku Lee, Hanabishi Kiri (Original Character)
*********
Collapse )
“kau mau mencoba berpacaran denganku?” Shin sambil mendekatkan wajahnya padaku.. sangat dekat, aku bias merasakan hembusan nafasny. Haaaah apa-apaan coba Shin ini, dasar makhluk aneh, dia bukan manusia pasti, jangan jangan dia salah satu perwujudan alien yang sedang menyamar untuk menginflasi dunia? Seketika bulu kudukku merinding membayangkan Shin ini seorang alien hehe.

“Hahahahaha Hikari chan... kenapa wajahmu serius sekali? Hahahaha jangan jangan kau benar suka denganku? Hahahhahahha”Shin tertawa sangat sangat puas. Sial sial sial batinku. Andai saja dia tidak bisa membaca pikiranku pasti... err ups!

“Kau sengaja ingin menggangguku ya hahhaa”

“tentu saja! Kan kan Hika chan kau bodoh sekaliii hahaha hahaha.. kau harus merubah sikapmu itu atau kau akan kembali dipermainkan pria yang mendekatimu.” Ejeknya sambil mengusap rambutku.

“ nee nee Shin, apa menurutmu aku sebodoh itu?”

“karena mantan pacarmu itu?”

“ummm...” aku mengubah posisi menjadi duduk menghadap Shin, mencoba mendapat solusi dari yang mengaku ahlinya

“kau tidak bodoh, kau hanya terlalu mudah dimainkan hahahha ahahha.” Lagi-lagi shin tertawa puas. Sial lagi aku kali ini. Kenapa juga aku bisa punya teman seaneh dia, dan hanya dia yang sangat baik padaku dari awal. Hmmm

“lalu? Apa Shin pernah jatuh cinta?”

“Pernah lah, masak ahli tak pernah jatuh cinta”

“lalu?”

“dia meninggalkanku untuk kakak sahabatnya. Jadi yaa sejak saat itu aku lebih berhati hati hehehe..”Shin menjawab sambil menggaruk rambutnya, tentu saja rambutnya tidak gatal, rambut Shin selalu wangi dan bersih.

“Kalau begitu apanya yang profesional hahaha dasar Shin..”

“Jadi, kau masih mau coba pacaran denganku? Hahahaha hahaha”

“kau jangan coba mengisengiku lagi yaaa dasar alien hahhaa” kamipun saling mengejek dan memukul satu sama lain dengan bantal. Untung Shin yang iseng seperti ini denganku, bukan si aneh Hokuto. Eh tunggu, apa aku baru saja berpikir tentang Hokuto? Tidak tidak tidak, dia sudah cukup aneh dan menyebalkan hanya untuk berani lewat di pikiranku.

“Hikari, apa kau menyukai Hokuto?” Pertanyaan Shin mengagetkanku. Jelaslaah bagaimana bisa dia tiba tiba bertanya pertanyaan seperti itu.

“Mana mungkin” jawabku kesal. Shin tentu saja sudah tau itu dengan membaca pikiranku

“ada hal yang tidak kau tau tentang Hokuto, kumohon jangan benci dia,” wajah Shin menjadi serius, ada yang ditutupi dari kalimatnya barusan.

“Apa? Apa yang tidak ku ketahui tentang Hokuto, tentang kalian?”

“Hokuto dan Taiga, mereka dari Sapporo, mereka punya cerita menyakitkan yang sebaiknya kau tau ketika mereka siap menceritakannya padamu. Yugo, dia tak seharusnya berada di sekolah kita, tapi karena dia ingin menjadi murit biasa dia masuk sekolah kita, bahkan jika mau dia bisa bebas pilih sekolah di dalam dan luar negri. Kiri dan Lee, mungkin orang di luar sana melihat kedekatan mereka hal yang biasa, tapi kau tidak akan pernah tau bagaimana mereka sebenarnya.” Shin menjelaskan dengan berkaca-kaca. Aku yakin dia ingin aku lebih dekat dengan yang lain, tapi seperti ada yang aneh dan mengganjal perasaanku. Aku memang selama ini dekat dengan mereka, tapi aku tak pernah tau bagaimana mereka sebenarnya.

“Lalu?”

“hahaha cukup sudah aku mau pulang.” Shin meneguk habis jus jeruk yang memang aku siapkan untuknya. “byee Hikari. Sampai bertemu di sekolah besok”

“hey curang... aku tak akan membiarkanmu pergi sebelum menceritakannya!” aku bangun dan menghalangi pintu keluar kamar.

“kau akan tahu semuanya di waktu yang tepat, bukan sekarang. Okeee Hikari? Awas aku mau pulang sebelum aku kena omel kakakku lagi” Tubuh besar Shintaro tentu saja dengan mudahnya menggeser posisi berdiriku.

Aku harus tau, yaa aku harus lebih tau tentang mereka

*********

“Kouchi san, perkenalkan ini pacarku hehehe...”, Himawari memperkenalkan pacarnya pada Yugo. Mereka memang sudah membaut janji untuk bertemu di sebuah cafe buku dekat sekolah, tempat favorit Yugo sejak kecil, tempatnya melihat seniornya itu pertama kali, bersinar diantara celah buku yang ada di cafe itu.

“Konichiwa, Koyama Keiichiro desu”

“Kouchi Yugo desu”

Suasana memanas. Yugo tau betul senpainya ini selain pintar, cantik, juga bisa melakukan hampir semua hal, pasti banyak yang memperebutkannya. Pertemuannya di cafe inipun 3 tahun yang lalu membawa pada perkenalan singkat dan tak sengaja menjadi satu tim olimpiade.
Yugo merasa pernah melihat pria di depannya ini. Tak asing, batinnya. Otaknya berputar sedemikian hingga menggali informasi dimana ia pernah bertemu pria ini.

“Sepertinya kita pernah bertemu sebelumnya yaa?” pria di depannya memulai pertanyaan. Jadi memang benar mereka pernah bertemu, pikir Yugo

“Ah!!! Waktu kunjungan ke NASA 6 bulan lalu bukan?”

“kau juga ada di sana Kouchi kun?”

“iya senpai hahaha ternyataa bagaimana bisa kita kembali bertemu karena kita suka pada orang yang sama hahaha hahahaha” Yugo merunduk sambil mengelus rambutnya sendiri, lucu memang batinnya.

“ooh jadi kalian sudah aling kenal, baguslah kalau begitu” sambung Himawari lega karena tak ada pertumpahan darah kali ini.

“Meski begitu aku tak akan menyerahkan Himwari padamu yaa Kouchi san, sepintar apapun kau”

“baiklah senpai, kita akan bersaing secara sehat. Nee bagaimana Himawari chan?”

“Kouchi kun Koo kun! Hentikan! Aku tak mau menjadi rebutan kalian. Koo kun, kau lupa apa yang kau katakan sebelum bertemu Kouchi kan?” Himawari sedikit kesal, memang dirinya barang sampai diperebutkan begitu?

“haik haik haik senpai.. aku hanya bercanda. Aku sudah berjanji bukan untuk melepasmu setelah aku benar benar yakin dengan pasanganmu? Baiklah senpai aku akan pulang dulu. Sampai bertemu lagi kapan kapan. Byee” Yugo mengambil tasnya, meninggalkan senpai yang sudah lama dikagumi itu, cafe buku yang menjadi pertemuannya dengan Himawari dan tempatnya juga melepas Himawari setelah berjanji pada Himawari dan dirinya sendiri.

*********

Duk duk duk.. duk duk dukk...

Suara keras ketokan pintu apartemen Midorin, suara yang tampak seperti orang sedang marah

“ck. Mengganggu saja” Midorin melepaskan Lee yang sudah menangis ketakutan, memakai kembali bajunya, mengintip siapa yang mengganggu pertunjukan setelah makan malamnya.
“Midoriiin... cepat bukaaa aku tau kau membawa Lee ke apartemenmu...”. Midorin tau siapa yang mengganggunya. Tak ingin membukakan pintu, tapi Lee terus saja menyebut nama gadis di balik pintu.

“Lee.. Lee.. “Kiri bergegas lari ke tempat Lee, dilihatnya gadis itu menangis dan menutup badannya dengan baju yang kancingnya sudah copot.

“Ini, pakai ini,” kiri membuka dan memberikan jaketnya pada Lee. Ia tau tak akan pernah salah selalu memakai jaket kemanapun

“Jangan pernah ganggu hidup Lee lagi!” kata Kiri singkat sambil membawa Lee keluar apartemen Midorin. Midorin diam, mengacak rambutnya.

.

Taxi melaju kencang menuju rumah Kiri. Ia tau sebaiknya membawa Lee ke rumahnya unutk berjaga-jagan. Meski rumahnya sepi tapi ia tau, rumahnya akan aman. Lee diam sepanjang perjalanan, pandangannya kosong. Kiri sengaja diam, membiarkan shabatnya itu dalam lamunannya dan pikirannya sendiri. Ia tak mau membuat masalah di dalam taxi.

“baiklah Lee, kau bisa mandi sensiri kan? Kau bersihkan dulu badanmu dari bekas si brengsek itu.” Tak mau melepas tangan Kiri, Lee masih diam, kali ini air matanya menetes. Kiri tak mau menghujani dengan pertanyaan atau ucapan yang tidak penting. Ia hanya membiarkan sahabatnya ini menangis dalam pelukannya, berharap setelah ini ia akan baik saja.

*********

“Haaaah? Lee membatalkan shownya bersama Midorin? Kenapa kenapa?” Taiga selalu paling heboh diantara kami. Sudah dua hari Lee tidak masuk sekolah dan hari ini Kiri mengumumkan show Lee bersama Midorin batal, lebih anehnya lagi Lee tidak mengijinkan kami menjenguknya. Aneh

“Apa Lee baik saja Kiri?” tanyaku penasaran. Pertanyaan basi! Tentu saja Lee tidak baik, bila ia baik ia tak akan tak masuk sekolah dua hari, aku membodohkan diriku sendiri.

“sebaiknya kita biarkan dia saja dulu, kalau waktunya sudah tepat dia pasti akan datang kan?”, Hokuto, tumben sekali kalimatmu bijak, semakin membuatku penasaran dengan yang terjadi di masa lalunya.

“Apa kalian ada pesan atau titipan? Sepulang sekolah aku akan ke rumah Lee lagi...”

“tentu saja... kemarin aku ke kuil dan taraaa aku beli ini untuk keberuntungan Lee, semoga dia lekas kembali ke kita” Shintaro menyerahkan omamori pada Kiri, berharap Lee cepat normal dan kembali. Mungkin Shin membaca pikiran Kiri tentang apa yang sebenarnya terjadi pada Lee, tapi dia diam saja, ikut tak tau apa yang terjadi.

Untung saja ada Kiri, untung Lee selalu dekat dengan Kiri, bila tidak entah mungkin yang terjadi pada Lee berbeda dan ktia tak akan pernah menemuinya lagi.

*********

Aku masih sangat penasaran dengan yang terjadi antara Taiga dan Hokuto. Apa yang menajdi masa lalu Hokuto, kenapa ia begitu terlihat membenci dan menghindari banyak interaksi denganku. Taiga! Taiga pasti tau semuanya. Aku yakin, Kedekatan Taiga dan Hokuto selama ini pasti memiliki arti. Aaaah pikiran ini terus melayang dalam otakku tak pedulu betapa aku cari cara untuk biasa saja, menunggu waktu yang tepat untuk mengetahui yang terjadi .

“Ah Taigaaa!!!!” tepat sekali bertemu Taiga dalam keadaan seperti ini.

“oi oi Hikari chaaan.. ada apa?”

“Apa kau buru-buru? Makan es krim yuuuk” ajakku dengan sedikit memohon, berharap ini kesempatan bagus menemukan jawaban semua pertanyaan yang berputar di otakku

“karena hari ini Hokuchan ada tugas kelompok dan aku free jadi.. baiklah demi Hikachan” Taiga melemparkan senyum yang sangat manis. Untung aku tidak over dosis melihat senyum Taiga selama ini.

“Jadi, kau penasaran soal Hokuto? Kau yakin ingin mendengar jawabannya Hikari?” Aura taiga berubah, raut wajah cerianya mendadak berubah penuh kesediah. Apa benar keputusanku bertanya kali ini? Tapi aku sudah terlanjut bertanya. Errrr baiklah kau harus siap Hikari, teriakku pada diri sendiri.

“Adik Hokuto, Hikari, ia meninggal dalam kebakaran yang melanda desa kami 6 tahun lalu”. Taiga merunduk belum benar benar selesai kalimatnya.

*********

Bersambung

[FANFICTION] HELLO, YOU - PART 5

*Prolog


Perkenalkan, namaku Ito Hikari. Ibuku orang Indonesia, sementara ayahku dari Jepang. Kini ayahku kembali tugas di Jepang jadi yaa mau tak mau aku dan ibuku ikut pindah ke Jepang. Bahasa Jepangku? jangan ditanya hehee. orang tuaku mengajarkan bahasa Indonesia, Jawa dan Jepang sejak aku kecil jadi aku siap untuk ke Jepang kapanpun.



Chara :

Matsumura Hokuto, Kyomoto Taiga, Morimoto Shintaro, Kouchi Yugo (SixTONES), Ito Hikari, Shinku Lee, Hanabishi Kiri, Midorin (Original Character)



*********


“Waaa sudah lama yaaa kita tidak makan bersama begini. Aku merindukan kaliaaaaan....”


“Taigaa hahaha memangnya berapa lama kita tak makan bersama?” Lee menjawab keluhan Taiga. Sejak kejadian di Shibuya, memang mereka berenam jarang makan bersama. Masing masing sibuk dengan partner barunya. Aku? Shintaro? Haha tidak tidak kami hanya kebetulan bersama karena kejadian hari itu hehehe. Selebihnya kami masih berteman biasa, sesekali Shintaro belajar bahasa Inggris di rumahku.


“Jadi, bagaimana proyekmu dengan Midorin?” Yugo sambil mengunyah bekal yang hari ini dibawa Kiri, biasa, seperti sebelumnya.


“uuum...” Lee tak bisa menjawab, mulutnya penuh dengan katsu yang ia makan.


“Jadi pertunjukannya dua minggu lagi. Pastikan kalian punya waktu untuk datang yaaa” Kiri menjelaskan isi otak Lee.


“Nee nee Hikari chan, Shinchan.. kalian akhir akhir ini sering bersama kaan? Kalian pacaran yaaa hahahaha” Taiga bertanya tanpa basa basi. Apa yang harus kujawab mereka pasti tidak akan percaya dengan yang sebenarnya terjadi hmmmm


“memang kami pasangan yang cocok?” Shintaro tiba tiba mendekat, dan menempelkan wajahnya pada wajahku alih alih untuk melihat kesamaan wajah kami, mungkin.


“Haa Yugo, yang waktu itu ...”Hokuto memotong, dia tak ingin hubunganku dan shintaro dibahas lebih lanjut. Aaa Terimakasih Hokuto hehehe


“Hokuchaaan kenapa kau ungkit lagi” wajah Yugo memerah, melambangkan memang terjadi sesuatu yang spesial kali ini.


“Berapa kali harus ku katakan kalian jangan pernah lagi panggil aku Hokuchan atau pakai akhiran chan” Hoku menaruh sumpitnya, aneh memang tiba tiba dia kehilangan selera makan hanya karena dipanggil Hokuchan ?


“Ah minna gomenn.. aku akan mengejar Hoku, maaf aku tak bisa membereskan makanan kami” Taiga menyelesaikan makanannya, mengejar Hokuto. Aah mereka semakin romantis saja, membayangkannyapun aku tak kuat. Tidak tidak tidak aku tak mau menjadi fujoshi hanya karena mereka.


“Hokutoo.. Hokutooo... “Taiga berusaha berlari mengejar Hokuto. Nafasnya habis karena memang ia jarang olahraga, alasannya sederhana, wajah dan badan cantiknya akan rusak kalau ia kebanyakan mengerjakan hal berat. Hmmm


“Taiga, kau mengikutiku?”


“Kau tau aku khawatir, kau tiba tiba pergi begitu saja. Apa hanya karena panggilan chan itu? Taiga mengatur nafasnya, kalimatnya terputus-putus.


“kau ingat adikku? Semakin Hikari bersama kita, semakin dia mengingatkanku pada Hikari dan aku .......”Hokuto tertunduk di tangga tak bisa menyelesaikan kata-katanya


“gomen.. ini semua salahku dari awal karena aku membawanya masuk ke kelompok kita. Aku tak tau kalau akhirnya akan begini. Gomenn Hokuchan...”Taiga merangkul Hokuto dari belakang, ia tau betul bagaimana Hokuto menjalani kehidupannya setelah kejadian itu, bagaimana Hokuto kehilangan adik semata wayang yang benar benar ia jaga, Matsumura Hikari.


*********


“nee senpai, teman-temanku menanyakanmu lagi hahahaaku bingung harus berkata apa hahaha?” Yugo dan senpainya, Kumagai Himawari, berjalan berkeliling toko buku mencari buku persiapan masuk universitas.


“Kouchi kun bilang saja apa adanya. Tak masalah bukan?” Kumagai sambil membenarkan posisi kacamatanya, melihat dengan cermat buku yang ia cari


“Jadi, senpai sudah mau menerima cintaku?”


“Kouchi san, berapa kali aku harus bilang padamu aku ini sudah punya pacar, dan dia menungguku di Tokyo University?”


“Tidak ada kesempatan sama sekali?” Yugo masih sibuk mendapat perhatian dari senpainya


“Kecuali kau jauh lebih pintar dari pacarku, mungkin aku bisa mempertimbangkannya”


*********


Shintaro hari ini kembali belajar di rumahku. Ia sangat lemah pada pelajaran Bahasa Inggris. Beberapa kali ia minta bantuan untuk mengerjakan tugasnya, tapi kali ini tidak bisa karena esok hari ia akan ada ujian bahasa Inggris.


“Hmm kalau soal yang ini bagaimana aku harus menghafalnya Hikachan?” sambil menyeruput teh olong dingin yang disediakan Shintaro menunjuk soal yang belum bisa dia kerjakan.


“Morimoto Shintaro kun, kau jangan pernah samakan pelajaran bahasa dengan Fisika. Kau tidak bisa membuat roket hanya dengan menhapalkan rumus bukan?errrr dan soal ini, kau cukup paki rumus ini, kau hanya perlu mengingat rumusnya, tapi masing masing rumus harus kau isi dengan kalimat yang sesuai”


“Hikari chaaan kau lagi lagi menjelaskan dengan sangat membingungkan. Aaaaaaaaaaaah aku capeeek. Panas sekali kan hari ini.” Shintaro merebahkan tubuhnya ke lantai, berharap dapat sensasi dingin dari lantai yang ditidurinya.


“aku lelah. Akhir akhir ini rasanya tenagaku cepat sekali habis” aku beranjak ke kasur, merebahkan badanku, melihat langit langit kamar dan pikiranku melayang entah kemana.


“jadi, bagaimana mantan pacarmu kemarin? Sepertinya kau sudah tidak pernah membayangkannya lagi yaa?” Shintaro tiba tiba sudah berada di sampingku, wajah kami sangat dekat.


“Shintaro! Sudah kubilang jangan pernah bahas itu lagi” reflek kupukul kepala Shintaro dengan bantal di sampingku.


“Aku bisa baca yang kau pikirkan sekarang looh hahaha. Kau mau itu benar benar terjadi?” Shintaro melempar senyum jahat, sesuatu akan segera terjadi, menyeramkan. Ku balikkan badanku menghadap shintaro yang duduk di bawah tempat tidur, menatap matanya, ada sesuatu yang berusaha disampaikannya, sayang aku tak bisa seperti dia yang mampu membaca pikiran orang lain.


“ada yang mau kau sampaikan yaa?”


“jadi kau sudah bisa membaca pikiran orang lain yaa hahaha” Shin mendekatkan wajahnya padaku, terlihat sedikit berubah warna


“Cepat katakan...”


“kau mau mencoba berpacaran denganku?”


*********


Latihan antara Lee dan Midorin masih berlangsung. Semua staff yang terlibat merasa sangat puas dengan hasil kerja keras selama ini. Tak hanya sangat menjiwai perannya, Lee juga banyak membantu membuat kontum dan propertinya. Tak salah Midorin memilihnya sebagai partner cosplaynya.


“Midorin…” Lee memanggil Midorin yang tengah asik bercanda dengan staf yang lain.


“Iyaa Lee chan? Nande?” Midorin menghampiri Lee sambil tersenyum dengan manisnya


“Ano, kore... otanjoubi omedeto...” sambil menyerahkan kue yang dibuatnya kemarin bersama Kiri, dengan lilin angka 24 yang sudah siap untuk ditiup


“Lee chan.. arigatooo....” Midorin membuat permohonan lalu meniup lilinnya. “Lee, apa setelah ini kau ada acara? Mau mampir ke apartemenku? Akan aku masakkan kau makanan spesial ala chef Midorin. Emmmm ini enak sekali Lee aku ingin menghabiskannya sendiri”


“kebetulan aku kosong sih hehehe”


“Yosh, baiklah ayo kita segera pergi...”Midorin memasukkan kembali kue pienya ke tempat yang disiapkan Lee, berpamitan dan menggandeng Lee menuju mobilnya, membawanya melaju menuju apartemannya. Bukan kali pertama memang Lee ke apartemen Midorin, sebelumnya ia pernah kesana, tapi tak sendirian ada Kiri yang menemaninya.


“Silahkan masuk Lee... duduk sesukamu, anggap saja ini rumah sendiri. Aku akan siapkan masakannya dulu yaa...” asik memasak, Lee menjelajahi ruang baca Midorin. Baru ini ia masuk sampai ruang baca, Midorin memang memperbolehkannya mengintip koleksi buku-bukunya. Lee takjub, ternyata Midorin tak hanya cosplayer keren seperti yang selama ini ia tahu, hobinya juga seru. Koleksi bukunya dari fiksi, non fiksi, buku jepang sampai buku berbahasa asing ada di sana. Pantas saja Midorin sering diundang untuk acara cosplay di luar negri, batinnya.


“Lee, makanannya siap” Midorin memanggil Lee dari ruang makan. Meja sudah dihias dengan cantik. Setangkai mawar di tengahnya, orange jus untuk Lee dan segelas wine untuk Midorin, spagetti napolitan, beberapa potong buah segar, dan masing masing dua scop ice cream tersaji di meja makan.


“waaa Midorin, kau menyiapkan semua ini? Sugoiii... Itadakimasuuu...” Lee menyantap makanannya tanpa basa basi. Midorin masih melihatnya sambil menyanggul kepalanya dengan satu tangan sambil tersenyum.


“emmmm oishiiii... aku tak menyangka kau pintar masak Midorin, bahkan aku sendiri tak bisa masak seenak ini hehehe” masih menyeruput spagetti nya Lee masa bodoh bila makannya belepotan, ia meneguk orange jus yang disiapkan Midorin, rasanya makanan tertahan di tenggorokan.


“Hahaha bisa saja kau ini Lee. Ayo cepat habiskan makanannya, masih ada kue buatanmu yang harus kita makan”


Midorin dan Lee asik makan sambil bercanda, membicarakan apa saja yang bisa dibicarakan. Acara makan berlanjut di sofa ruang TV makan kue pie buatan Lee dengan bantuan Kiri. TV menyala, tapi keduanya tak peduli dengan isi siaran.


“Ah, ada serpihan kue dipinggir bibirmu” Midorin mengambil serpihan kue di bibir Lee. Kini wajah mereka sangat dengan. Midorin bisa melihat wajah Lee berubah warna, merasakan hembusan nafas dan suara degupan jantung Lee.


“Sank....”Belum selesai Lee berterimakasih, Midorin sudah menempelkan bibirnya ke bibir Lee, sedikit memaksa. Lee mencoba melawan. Tapi tubuh Midorin terlalu kuat. Midorin amsih berusaha membangun suasana antara ia dan Lee, ciumannya makin kuat, semakin Lee melawan ciumannya bertambah kuat. Lidaknya memaksa masuk mulut Lee yang sedari tadi coba ditutup. Tangannya menjelajahi badan Lee, membuka paksa kancing kemeja Lee. Lee masih melawan. Midorin semakin keras mencium dan memainkan lidahnya pada rongga mulut Lee, tangannya meremas dada gadis itu. Tak bisa meronta dan melawan, tangan Lee mencoba mencari Hpnya, berharap Kiri ada di sana dan kejadian itu tak terjadi.


*********


Bersambung

[FANFICTION] HELLO, YOU - PART 4

*Prolog


Perkenalkan, namaku Ito Hikari. Ibuku orang Indonesia, sementara ayahku dari Jepang. Kini ayahku kembali tugas di Jepang jadi yaa mau tak mau aku dan ibuku ikut pindah ke Jepang. Bahasa Jepangku? jangan ditanya hehee. orang tuaku mengajarkan bahasa Indonesia, Jawa dan Jepang sejak aku kecil jadi aku siap untuk ke Jepang kapanpun.



Chara :

Matsumura Hokuto, Kyomoto Taiga, Morimoto Shintaro, Kouchi Yugo (SixTONES), Ito Hikari, Shinku Lee, Hanabishi Kiri (Original Character)

Collapse )
*********

“Hikari chaaan….Hikari chan....”


“Hikari chan!”


“aw... Taiga ohayoo ..”


“Hikari chan daijoubu? Kau kupanggil dari tadi tapi tak mendengar jadi aku lari dan menghampirimu”


“um..aku baik baik saja” aku menjawab seperlunya pertanyaan panjang Taiga. Kejadian kemarin masih terngiang di kepalaku. Berputar bak roler coster yang melakukan double encore.


“em.. kemarin sore, aku seperti melihatmu keluar cafe dengan seseorang. Tapi kau tampak murung jadi aku tidak berani menghampirimu. Pacarmu yaa?” Tanya Taiga santai sambil berjalan menuju ruang kelas


“mantan pacarku hehe”


“aw gomen aku tak bermaksud...”


Tak apa Taiga. Ah aku ke kelas dulu yaaa. Sampai jumpa lagi nanti .....” aku berjalan sedikit lebih cepat dan meninggalkan Taiga yang nampak kebingungan. Oke maafkan aku Taiga cantik kumohon jangan sampai ada yang tau masalah ini selain dirimu.


Bruuuuuk


“itai....”sambil memegang kepalaku berharap tidak ada yang retak


“kebiasaan ...”. Matsumura Hokuto! Untunglah hanya dia yang tak sengaja ku tabrak. Buru buru aku mengejarnya masuk kelas dan berharap dia memaafkanku kali ini.


“sudah berapa kali kau berjalan sambil melamun heh? Jika kau bukan temanku mungkin aku sudah .. ah lupakan”. Tunggu, Hokuto menganggapku temannya? Tak salah? Hohoo cepat cepat aku masuk ke dalam kelas.



*********


“Jadi bagaimana pertemuan minggu ini? Sudah sejauh mana progress kalian Lee?”, Kiri penasaran dengan kelanjutan project antara Midorin dan temannya ini. Sejak pertemuan antara Lee dan Midorin, ternyata Midorin sangat tertarik pada Lee. Kiri tau tak bisa meninggalkan Lee sendirian kali ini, jadi kemanapun Lee pergi dengan Midorin, Kiri selalu ikut, semacam jadi orang ketiga.


“Aku tak sabar untuk project ini tampil Kiri, kau tau Midorin kyaaa aku lemah setiap kali dia menatapku. Bagaimana ini bagaimana bila hari H ternyata aku tak sekuat yang dia bayangkan .........”


“hahhahaa Lee sudah berapa lama kau cosplay? Dance? Dan main akting? Bahkan di teater sekolahpun kau selalu jadi karakter utama. Apalagi yang kau takutkan?”


“tapi ini Midorin Kiri chan sayang. MIDORIN!!!”


“Lalu?”


“Apa aku harus menciummu lebih dulu agar kau paham haaah?”


“tidak tidak tuan putri, bibirku masih suci. Aku hanya mau dicium Sanji.. ah mungkin Takumi Aldini juga tak apa hehehe”. Kiri memang sangat terinspirasi dari apapun yang berhubungan dengan memasak. Meski ia masih saja mengaku Sanji, karakter dalam One Piece, adalah jodohnya namun baru-baru ini beralih ke Takumi Aldini, karakter dalam Shokugeki no Soma.


“Ano, kiri chan boleh aku minta tolong?”


“ummm...”


“Hari sabtu besok bertepatan dengan ulang tahun Midorin, ajarin aku cara membuat

masakan yang enak ya ya yaa... jadi aku ingin membawakannya bekal untuk hari itu.”


“boleh, kau ingin masak apa memang?”


“Dari info yang kudapat, Midorin suka kue yang tidak terlalu manis, segar, tapi juga tidak mengandung keju..”


“ hmmmm lalu?”


“satu lagi, ijinkan aku pergi sendiri hari sabtu ya ya yaa ...” Lee memohon sambil meletakkan kepalanya dalam pangkuan Kiri. Kiri hanya bisa tersenyum, namun merasa dadanya sedikit terasa sesak, seolah tak bisa merelakan sahabatnya itu pergi sendiri bersama pria asing.


.


“Kau sudah membeli semua bahan yang dibutuhkan?” sehari sebelum rencana ulang tahun untuk Midorin dari Lee. Lee belajar membuat kue manis dari Kiri, ia tahu sahabatnya ini selalu bisa diandalkan untuk urusan masak memasak.


“Tepung, susu, lemon, strowberry, coklat, agar-agar, daun mint? Hmm sepertinya sudah semua seperti yang kau tulis Kiri chan.” Lee mengecek semua yang sudah dibelinya. Beberapa bahan memang sengaja ia beli bila Kiri menemukan ide unik di tengah jalan. Menyerahkan semua bahan yang sudah diberi, Lee mulai mengamati Kiri mengolah bahan bahan yang ada.


“Kau juga harus membuatnya,” iseng kiri melempar tepung bubuk ke arah Lee.


“Aww Kiri chaaaan......”


Sambil melanjutkan membuat Pie Lemon susu dengan ekstrac mint, Kiri mengajarkan satu persatu langkah untuk memasak kuenya. Bukan kue susah yang dimasak, memang sengaja dipilih Kiri untuk membantu Lee.


Kiri membantu Lee yang sedikit kesusahan saat mengolah adonan tepung dari belakang tubuhnya. Tersipu malu, Lee mencoba menahan agar suara debaran jantungnya tidak terdengar keras. Kiri tersenyum, seolah memenangkan pertandingan masak antara dirinya dan Takumi Aldini.


Dua porsi Pie Lemon susu dengan ekstrac mint selesai dimasak. Satu disimpan dan diberi hiasan untuk dibawa Lee bertemu Midorin, dan satu memang untuk dimakan hari itu juga.


“hmmmm oishiii... Kiri chan daisukiii!!” Lee reflek memeluk Kiri setelah mencicipi kue yang mereka buat. Tepat seperti keinginan Lee, manis tapi tidak berlebihan, ada sensasi segar dari ekstract mint, dan kesegaran buah dari lemon yang dicampur susu, dan stroeberry toping yang juga tidak terlalu masam tidak terlalu manis. Benar benar kombinasi yang sempurna.


“errr lepaskan aku Lee. Aku juga ingin mencobanya, kalau kau yang bicara aku ragu rasanya seenak itu ahahhahah”


“kore. Aaaaaaaaaa.....” Lee memberikan satu suapan penuh, ditangkap dengan sempurna oleh cheff yang mengajari Lee hari ini, sampai mulutnya penuh.


*********


“Ah Yugo, kau kemana? Sepertinya buru-buru sekali?” Hokuto mendapati temannya itu jalan terburu-buru.


“Ah Hokuto, gomenn, hari ini aku ada janji dengan Kumagai senpai”


“Aw senpai satu tim olimpiade itu? Bukannya sudah selesai?” Hokuto bingung, temannya ini memang akhir-akhir ini juga sering menghilang meninggalkan dirinya, Taiga, Shintaro, dan Hikari.


“Hehehehe .....bye Hokuto kapan kapan aku ceritakan. Say hello buat teman-teman yaa...” Yugo bergegas, tak ingin diinterogasi temannya lebih banyak lagi. Meski olimpiade sudah berakhir, Hokuto yakin temannya ini menjalin hubungan lebih pada senior yang sering disebut namanya oleh Yugo.


“Hokuuchaaan... gomen gomen membuatmu lama menunggu hehe biasaaa hehehe...” Taiga keluar ruangan kelasnya langsung menuju Hokuto yang menunggu dari tadi.


“Shintaro dan Hikari bilang mereka ada janji, jadi kita berdua lagi hari ini. Ayo”, Hokuto berjalan mendahului Taiga


“hmm apa kau pikir Shin dan Hikachan menjalin hubungan? Beberapa hari lalu aku lihat Hikachan bersama seorang pria dan ia terlihat antara marah dan sedih. Nee nee apa kau pikir ia baik saja Hokuchan?”


“Entah” Hokuto masih berjalan meninggalkan Taiga, tangannya masuk ke dalam saku celana, ada ekspresi yang coba ditutupi dari taiga. Taiga menyusul dan berjalan disebelah Hokuto. Sudah jadi hal biasa bagi mereka pulang berdua, terlebih sejak Yugo ikut olimpiade, Lee dengan projectnya bersama Midorin dan otomatis Kiri selalu bersamanya, dan belakangan Shintaro dan Hikari pergi sendiri. Sudah jadi hal biasa bagi Hokuto dan Taiga sejak mereka sekolah dasar.


*********



Bersambung

[FANFICTION] HELLO YOU - PART 3

*Prolog

Perkenalkan, namaku Ito Hikari. Ibuku orang Indonesia, sementara ayahku dari Jepang. Kini ayahku kembali tugas di Jepang jadi yaa mau tak mau aku dan ibuku ikut pindah ke Jepang. Bahasa Jepangku? jangan ditanya hehee. orang tuaku mengajarkan bahasa Indonesia, Jawa dan Jepang sejak aku kecil jadi aku siap untuk ke Jepang kapanpun.

Chara :
Matsumura Hokuto, Kyomoto Taiga, Morimoto Shintaro, Kouchi Yugo (SixTONES), Ito Hikari, Shinku Lee, Hanabishi Kiri (Original Character)

Part3~~~ lebih banyak part nyanyi nyanyinya kayaknya hahaha
enjoyy~~~

*********

“Aku cari Lee dulu yaa, aku kawatir dia kenapa kenapa. Kalian pergi duluan saya tak apa koook”, Hanabishi Kiri menyedot habis minumannya sambil memakan 5 potong kentang goreng sekaligus sambil meninggalkan aku, Taiga dan Hokuto.


“Ayo jalan, kau harus membayar janjimu kemarin”, Matsumura Hokuto menarik tanganku tiba-tiba. Oke mungkin dia sedang kerasukan ibu peri nya Cinderella? Atau jangan jangan dia keracunan kentang goreng karena terlalu banyak pakai saos temat? Ck

“Ayo cepat. Taiga kau juga ikut. Kau tak boleh meninggalkanku hanya dengan gadis aneh ini.” Hokuto menggandengku dan Taiga keluar dari resto cepat saji ini. Speachless ternyata dia ingat janjiku saat itu uh sial. Kyomoto Taiga, tunggu.... apa aku salah lihat? Wajahnya memerah? Serius ini bukan adegan ala cerita boys love kan? Tentu saja bukan! Tidak tidak tidak.

Bruuuuuuuuk

“Aww.....” aku sambil memegang kepalaku bagian depan. Untung tidak terjadi pendarahan di otak depanku.

“Hikari chan... kau melamun apa? Hahahha” Kyomoto Taiga mendekatkan wajahnya tepat di depan wajahku, sontak ku dorong wajah cantiknya dengan tanganku

“kau tidak bisa ya sebentar saja hidup tanpa pikiranmu yang penuh imajinasi itu?” Hokuto ketus

“apa maksudmu heh?”

“Tak apa. Cepat sana antri, kita sudah di depan toko yang aku inginkan. Milk Crepe untukku, dan strowberry crepe untuk Taiga.”

“oke oke oke........” aku berjalan menuju antrean crepe. Antriannya tidak terlalu panjang, tapi aroma dari crepe membuat perutku berbunya hehehe. Untung Hokuto dan Taiga tak ada disini, bisa mati malu aku.

“Nih, Milk Crepe Hokuto, Strowberry crepe Taiga, dan coklat punyaku. Itadaki.......”

“Aku ambil coklat, sepertinya aku sedang tidak ingin milk crepe...” belum sempat aku memakan bagianku Hokuto dengan usilnya mengambil makananku dan menukarnya dengan miliknya. Huh kenapa sih orang ini. Coba dia kayak Taiga, makan dengan tenang dan anggun. Mungkin lain kali aku harus mendandaninya lengkap dengan yukata pink dan jepit rambut pink, pasti cantik......

Triiing

Aku menemukan Lee! Aku akan membawanya pulang ke rumah. Kalian akan tau hari senin nanti. Sampai jumpa…………….

*********

“Senpai, kalau soal yang ini bagaimana ya mengerjakannya? Aku udah coba tapi selalu berhenti sampai batas ini. Akkkkkkkkkkh .....” Kouchi Yugo mengacak rambutnya karna bingung dengan soal matematika yang di dapatnya.

Yugo terpilih menjadi salah satu perwakilan sekolah untuk olimpiade matematika. Sebagai bahan persiapan ia harus mengikuti kelas persiapan olimpiade bersama perwakilan lainnya setiap hari. Untuk pelajaran matematika, ia satu tim dengan Kumagai Himawari, murid kelas 3 yang menjadi juara olimpiade tahun lalu.

“Kouchi san, ini mudah sekali. Jadi kau tinggal kalikan bagian ini, lalu kau lihat saja persamaan fungsinya, pasti setelah itu akan ketemu jawabannya.” Kumagai Himawari menjelaskan pada Yugo.

“ah souka!... bagaimana aku bisa lupa hahahha”

*********

“aaaaah aku bosan....Shin kun, kenapa hari ini hanya tinggal kita berdua?”

“hahaha memang kenapa Hikari chan? Kau tidak mau hanya berdua saja denganku? Hahahaha. Hari ini Taiga dan Hokuto memang ada acara yang tiap tahun mereka lakukan di tanggal 19 Mei, sementara Lee dan Kiri entahlah, sejak kejadian yang diceritakan Kiri tentang pertemuan Lee dan Midorin, mereka jadi pergi berdua terus hahahaha. Yugo sedang tambahan pelajaran untuk olimpiade.” Jelas shin sambil menyeruput minuman colanya.

“Kita pergi karaoke yuk Shin, aku bosan......”

“Kau yakin Hikari? Hanya berdua pasti tidak akan menyenangkan,”

“ummm tak apa, hmmmm ini ! aku masih punya kupon diskon hehehe” sambil mengeluarkan kupon diskon dari tas. Aku dan Shintaro sepakat pergi karaoke bersama. Sebenarnya tidak hanya karena bosan ditinggal berdua dengan Shintaro, tapi juga em...... Shintaro pasti tau tanpa aku menjelaskannya.

"Daikirai" tte kimi ga waratte
Dakitsuku tabi itoshikunatte
Donna toki datte itsumo yasashisa to
Kuchizuke wo boku ni kureta

Nanoni "ai" ni naretekita boku wa
Kimi no yasashii uso mo atari mae ni natte
Boku wa tada wagamama ni
Hitori kimi wo okizari ni shitanda


Ya... memang sengaja aku memilih lagu Acid Black Cherry ini, sangat sesuai dengan yang sedang ku rasakan, tidak yang sedang aku sembunyikan lebih tepatnya.

Maybe ..... Maybe
suki na no kamo shirenai
aoi sora ni wa
kumo wa hitotsu mo nai
Maybe .... Maybe
suki na no kamo shirenai
sore ga koi da to
wakatteru kedo
iiwake Maybe


Suara Shintaro memang bagus, bahkan saat dia sengaja menghiburku dengan lagu AKB48 ini. Sengaja menghiburku, yaa mungkin dia sudah bisa membaca pikiranku terhadap apa yang terjadi, setidaknya mungkin aku tak perlu menceritakannnya pada Shin hehehe.

Triiing

Kau dimana sekarang. Aku baru mendarat di Jepang. Bisa kau berikan alamatmu, jadi aku akan mampir malam ini. Kebetulan aku mulai bekerja dua hari lagi.


“Shin, aku akan menelpon sebentar. Kau lanjutkan saja tak apa”Aku berjalan keluar ruangan meninggalkan Shintaro sendirian. Sengaja memang, agar dia tak bisa membaca pikiranku saat aku membalas pesan yang masuk ini.

Aku sibuk, maaf. Kau bisa mulai bekerja tanpa perlu bertemu denganku dulu.

Aku mematikan Hpku. Sengaja memang agar orang itu tak lagi menggangguku setidaknya untuk hari ini.

“Maaf Shin, ayo kita lanjutkan. Sekarang giliranku bukan. Aku pilih lagu ini .....” sambil memaksa untuk tersenyum di depan Shintaro aku mulai memilih lagu untuk dinyanyikan.

You're the light I'm the shadow on the wall when you sleep
Everything that I need is right here with me

Come to me
All that I can say's already said
I come to you
There is one word that I can't forget

Goodbye
Good Goodbye
Goodbye
Good Goodbye

Little time not a moment wasted with you
I realized to stay
We had to break away

Come to me
All that I can say's already said
I come to you
There is one word that I can't forget

Goodbye
Good Goodbye
Goodbye
Good Goodbye

Little time not a moment wasted with you


“Cukup berpura-pura Hikari! Kau tak cerita padakupun aku sudah bisa membaca pikiranmu. Tapi kau terus saja berusaha menutupinya, sebegitu tak bergunanyakah aku sampai kau tak ingin membicarakannya?” Shintaro tiba tiba memelukku saat lagu selesai ku nyanyikan. Yaa memang aku berusaha keras menutupinya agar Shin tak tau apa yang terjadi, tapi semakin aku tutupi rasanya semakin ingin meluap dari kepala ini.

Pelukan shin masih kencang dan dia tak membiarkanku lepas sebelum aku bercerita. Bukannya bercerita tapi aku justru semakin diam menahan agar Shintaro tak melihatku dalam keadaan menangis.

*********
“Oy, aku pinjam pensilmu dong, aku lupa bawa hari ini...”

“Oy.. oy ... oy ....”

“Awwww kau sengaja kan melempar kertas ini! Kenapa sih tidak bisa bicara baik baik ya?”, aku sedikit menaikkan nada bicaraku pada Matsumura Hokuto. Entah mungkin dia memang benar-benar membenciku sampai ia melakukannya

“kau tau aku sudah berapa kali memanggilmu, tapi kau tak dengar? Sebentar lagi sensei datang dan kau masih ingin melamun? Percuma kau tatap pohon diluar, skura tak akan mekar lagi”

“Jadi kau mau apa? Cepat katakan sebelum aku berenca membunuhmu”

“pinjami aku pensilmu...”

“nih ambil saja sesukamu..” sambil ku serahkan tempat pensilku pada Hokuto.

*********

“Baiklah Cessa, kau bisa mengatakannya sekarang,” ucapku pada pria di depanku ini. Hari ini sepulang sekolah memang aku sengaja menemui pria ini agar semua cepat selesai, agar kehidupan SMAku di Jepang lebih indah daripada dorama romance ataupun anime romance. Kami berdua duduk berhadapan di sebuah caffe dekat tempat tinggalku. Kamipun sepakat untuk menggunakan bahasa Indonesia kami agar tak ada orang lain yang paham percakapan kami.

“Kau judes amat sih, kau belum bisa melupakan masalah terakhir itu yaa?” buka pria di depanku ini, Ezral Cessario, mantan pacar terakhirku di Indonesia kemarin, kami beda 2 tahun, tahun depan Cessa melanjutkan kuliahnya di Hokaido, tapi ia ingin ke Jepang tahun ini dan melakukan baito agar bisa dapat uang saku lebih.

“aku kan sudah bilang, aku sudah lupa. Kaupun taukan alasanku pindah ke Jepang juga bukan itu, tapi karena ayahku memang harus kembali ke Jepang. ”

“Aku sudah putus dengan Asti,”

“Haaaaaaaaaaaaaah? Jangan bercanda!”

*********

[FANFICTION] HELLO YOU - PART 2

*Prolog

Perkenalkan, namaku Ito Hikari. Ibuku orang Indonesia, sementara ayahku dari Jepang. Kini ayahku kembali tugas di Jepang jadi yaa mau tak mau aku dan ibuku ikut pindah ke Jepang. Bahasa Jepangku? jangan ditanya hehee. orang tuaku mengajarkan bahasa Indonesia, Jawa dan Jepang sejak aku kecil jadi aku siap untuk ke Jepang kapanpun.


Hello, You
by : Kirie Hazuki
Genre : romance, drama, friendship
Chara :
Matsumura Hokuto, Kyomoto Taiga, Morimoto Shintaro, Kouchi Yugo (SixTONES), Ito Hikari, Shinku Lee, Hanabishi Kiri (Original Character)

Hooooo Part 2 akhirnya terbiiitttt. lagi mager jadi nulisnya pendek dulu, part 3 nanti baru lebih panjang hihihiii
comment comments ... satu coment dari kalian adalah cambukan semangat bagi saya hihihiii
arigachuuu~~~
Collapse )
*********

“Kiri chan…. Hari ini makananmu enaaaak sekaliiii. Aaaah aku ingin tinggal bersamamu saja dan bias selalu makan masakanmu”, goda Kouchi Yugo pada Kiri. Hari ini kami semua makan bekal yang disiapkan Hanabishi Kiri, cheff wanna be yang terinspirasi dari karakter Sanji dari manga dan anime terkenal, One Piece.

Seperti biasa, sejak hari insiden penculikan paksa hari pertamaku ke atap sekolah oleh Taiga dan Hokuto, kini aku selalu makan siang bersama mereka. Sudah hamper satu bulan sejak aku pindah ke sekolah ini. Meski setiap hari bersama mereka namun aku belum benar-benar paham siapa mereka, terlebih si misterius Matsumura Hokuto.

“Hoku chan, aaaaaaaaa”, paksa Kyomoto Taiga sambil mencoba memasukkan sepotong karage ke mulut Hokuto.

“Taigaa!!!” geram Hokuto, tapi tetap saja dia makan pemberian Taiga. Aaaah jika ini cerita boys love pasti pembacanya sudah kehabisan darah melihat keakraban mereka.

“Kau memikirkannya lagi kan Hika chan?”, Shintaro membuyarkan lamunanku. Memang begitu menyenangkan melihat kelakuan Taiga dan Hokuto. Untungnya aku bukan Fujoshi bila aku fujoshi mungkin sudah ku nikahkan Hokuto dan Taiga ini hehehe. Yaps, Morimoto Shintaro, satu-satunya manusia di dunia nyata mungkin, yang bisa bisa membaca pikiran orang lain. Hehehe benar benar bahaya kalau kau berusaha iseng dan berada di dekatnya, dia bisa membongkar rencanamu.

“Ah, Hikari Chan, sabtu ini kau kosong kah? Aku dan Lee chan mau jalan ke Harajuku, kabarnya cosplayer favorit Lee akan mampir kesana jadi dia memaksaku ikut, apa kau mau ikut?” Kiri membuyarkanku yang tengah asik memakan masakan dari Kiri chan.

“uuuum, tapi aku tidak bawa kostum cosplayku ke sini, aku tinggal di Indonesia semua hehehe,” jawabku sambil mengunyah telur goreng yang dicampur keju, susu, dan bubuk paprika, benar benar perpaduan yang enak ternyata.

“Apaa? Hikari chan cosplay juga? Kenapa kau tak pernah bilang padaku? Kau cosplay apa saja?” Lee penasaran dan tak hentinya menanyakan pertanyaan sambil mendekatkan wajahnya ke arahku. Uh apa yang gadis ini lakukan dengan wajahnya yang begitu dekat dengan wajahku >.<

“uuum.. Yukari Takeba Persona 3, dan... dan ....”

“dan apaaa ... cepat katakan Hikachan .......”

“rahasia hahahahhahaahahah”

“hei hei hei apa sih yang kalian ributkan? Tak bisakah kalian makan dengan tenang?” Hokuto mencoba memecah suasana, namun sikapnya yang masih dingin justru menghancurkan nafsu makanku. Aaaah telur luar biasa enak buatan Kiri jadi terasa biasa saja, menyebalkan.

“Hoku chan, kita ikut mereka yuuk hahaha pasti seru jalan di harajuku, aku juga ingin melihat si Midorin yang membuat Lee begitu terpesona ituu”

“Okey diputuskan besok sabtu kita semua ke Harajuku, kalian baik sekali padakuuu. Akan ku traktir kalian es krim yaaah besok ...”

“Ah, Kiri chan, gomenn sepertinya aku besok tidak bisa ikut, Kakakku besok pulang dari Italy jadi aku harus menjemputnya di bandara. Gomennn .....” Shintaro minta maaf karena kakaknya Ryutaro pulang ke Jepang setelah menyelesaikan studynya di Italy.

“ano, aku juga besok tidak bisa ikut maaf ya gays, nenekku dari Kyoto datang ke rumah, tak mungkin aku meninggalkannya, karena juka aku tidak di rumah aku akan ketinggalan kue kue enak yang akan di bawanya hehehe gomenasaiii ...”

“aaaah Shintaro, Yugo kalian ga asik huhuu kenapa kalian selalu memberiku kesempatan untuk pergi hanya bersama Hokkuchan, bagaimana jika Hokkuchan menyerangku di tengah keramaian hahaha”

“jadi kau benar benar ingin ku serang Kyomoto Taiga? Heeeeeh?”

“hahahaha Hokkuchan kau menyeramkan sekaliii... ayo senyuuuum” Taiga mencairkan suasana sambil meletakkan kedua jari telunjuknya ke ujung mulut Hokuto dan membuat bentuk bibir tersenyum. Perlakuan antara Hokuto dan Taiga selalu saja membuatku tersenyum.

“Sudah hampir bel, ayo cepat habiskan atau kita akan terlambat...”
Bel berbunyi dengan nyaringnya. Kami sudah duduk manis di kelas masing masing. Aku dan Matsumura Hokuto memang sekelas, tapi kami jarang sekali, emm hampir tidak pernah mungkin berinteraksi di kelas. Bunga sakura yang sudah mulai habis dari pohonnya dan Hokuto yang masih dingin, pelajaran bahasa Inggris melengkapi siang hari ini.

“baiklah, untuk pelajaran kali ini, kita akan membuat kelompok terdiri dari dua orang dan mempraktekkan bagaimana bila kita berwisata di negara orang dan harus menggunakan bahasa inggris. Kalian boleh bebas memilih kelompok kalian dan tema kalian. Jadi hari ini sampai akhir pelajaran sensei bebaskan kalian mengerjakan tugas kalian. “ Okey thank you so much sensei sekarang aku bingung harus satu kelompok dengan siapa karena sepertinya setiap orang sudah punya partnernya masing masing.

“ano, Matsumura kun, bolehkan ....” belum selesai aku bertanya tapi si Matsumura ini ternyata memberi secercah harapan padaku karena dia terlihat juga belum memiliki kelompok. Aneh karena kupikir sejak awal dia cukup populer di kelas, hmmm mungkin karena itu orang lain jadi berebut ingin sekelompok dengannya tapi akhirnya tidak ada yang berhasil?

“baiklah, tapi kau yang memikirkan temanya dan traktir aku milk crepe di Harajuku besok sabtu.”
Apaaaa.... dia baru saja menjadi sok akrab denganku? Tunggu jangan jangan aku ketiduran saat jam makan siang. Awwww..... sakit ternyata pipi yang ku cubit ini. Awwww iya benar sakit, berarti aku tidak bermimpi? Haaa bagaimana inii aku harus bagaimana? Taiga .. apa yang ahrus ku lakukan jika Hokuto seperti ini.

“hei Ito san? Bagaimana? Kalau tidak mau aku akan pergi ke tempat Minami san saja”

“ah iya aku mau”

Jam pelajaran bahasa Inggris terasa berjalan begitu lambat. Kami membuat tema berlibur ke Semarang, Indonesia, kota kelahiranku yang tentunya tak banyak orang Jepang yang tahu. Matsumura Hokuto, tak kusangka ternyata dia cukup rajin saat mengerjakan tugas, bahasa Inggrisnya juga termasuk bagus, banyak ide yang diberikannya untuk tugas kali ini. Mungkin kami akan mendapat nilai bagus untuk tugas ini hehehe.

*********

Hari sabtu tiba, kami berjanji berkumpul di depan gerbang sekolah karena kebetulan tempat tinggal kami sama sama melewati sekolah untuk ke stasiun.

Lee dengan kostum Cardcaptor Sakura, karakter favoritnya. Kiri dengan kaos, celana jeans, dan sepatu kets yang bila kau pandang perpaduannya terlihat sangat manis semanis kue yang siap dimakan kapanpun. Taiga dengan kaos putih dipadukan kemeja kotak berwarna pink-hitam, celana jeans, sepatu kets merah, dan bando telinga kucing yang ia simpan dalam tas slempangnya, mungkin bila orang lain lihat sekilas tak ada yang menyangka kalau ia lelaki, akupun sampai sekarang amsih belum bisa menerima kenytaan bahwa ia lelaki.

Hokuto, kaos hitam bermotif tulisan, jaket kulit hitam, celana jeans, dan sepatu hitam, benar benar perpaduan yang akan membuat banyak wanita jatuh hati padanya, mungkin. Aku? Aku memakai baju batik kebanggaan negara tempatku lahir, yang telah ku modifikasi menjadi sebuah dress dengan rok yang sedikit mengembang, sepatu kets warna ungu yang singkron dengan warna batik yang juga ungu.

Kami menuju Harajuku untuk melihat pertunjukan dari Midorin, cosplayer yang menjadi favorit Lee. Cuaca cerah, angin musim panas sepertinya mulai bertiup perlahan.

“Aaaaa aku lapaaaaar. Kiri chan, apa kau tak membawa cemilan hari ini?”

“Taiga, kita bahkan belum bertemu dengan Midorin, bagaimana mungkin kau sudah lapar? Ah di twitter ada berita sebentar lagi Midorin muncul. Aaa aku harus bagaimana ini...” Lee mulai histeris, hmm mungkin akupun juga akan begitu bila bertemu Yusuke Yamoto, Tatsuya Ueda, Yamazaki Kento, atau Yamapi hehehehe

“Lee, ituuu lihat ituuuu” Kiri menarik tangan Lee sambil menunjukkan sosok seorang pria dengan pakaian Lee Shaoran. Kebetulan yang luar biasa Lee memakai costum Sakura dan Midorin memakai kostum Shaoran.

Dalam hitungan detik kami kehilangan jejak Lee di dekat kami, mungkin ia berlari mengejar Shaoran-nya? Untung kami berada di dekat restoran cepat saji, jadi kami memutuskan menunggunya di dalam. Semoga Lee baik baik saja dan tidak terkena serangan jantung ketika ada fans Midorin lain yang cemburu melihat kehisterisan Lee dan kebetulan memiliki mata shinigami dan buku death note untuk menuliskan nama Lee di dalamnya hehehe.

*********